4 Hal Seputar Investasi Ini Sering Disebut Mitos, Benarkah Demikian?

pt solid gold

Sebuah kebiasaan dalam keuangan yang kini menjadi tren ialah investasi. Tidak hanya menjadi tren, investasi juga dinilai sebagai gaya hidup masyarakat kelas menengah yang ada di Indonesia. Melakukan investasi dapat dinilai sebagai salah satu cara paling ampuh untuk bisa melawan kenaikan inflasi yang kerap terjadi tiap tahun.

Namun, ada beberapa pandangan miring terkait investasi yang dipahami secara salah oleh banyak orang dan akhirnya hal tersebut pun menjadi mitos. Perlu Anda ketahui, berikut ini adalah mitos seputar investasi yang perlu diketahui yang termasuk ke dalam pandangan yang salah mengenai investasi.

1. Berkeluarga Dulu Baru Investasi

Ini tentu saja pandangan yang keliru. Fakta di balik mitos tersebut adalah semakin muda usia Anda dalam memulai investasi, akan semakin besar hasil yang akan didapatkan nanti. Kebutuhan dana akan lebih besar pada saat Anda berkeluarga. Hal tersebut bisa menjadi sebuah fakta yang logis di mana waktu yang paling tepat untuk memulai investasi adalah pada usia muda di mana dana yang dibutuhkan masih sedikit. Kebutuhan dana saat sudah berkeluarga dinilai terlalu berisiko untuk memulai investasi. Walaupun ada banyak orang yang memilih untuk melakukan investasi disaat sudah berkeluarga, ada baiknya jika anda mulai berinvestasi pada usia muda.

2. Kumpulkan Modal yang Besar Dulu Baru Investasi

Banyak orang memang mengira memulai investasi itu harus memiliki penghasilan yang besar. Contohnya, ketika memiliki gaji Rp5 juta, Anda beranggapan bahwa tidak dapat berinvestasi. Misalnya, untuk membeli tanah, rumah, saham, obligasi ritel, ataupun membeli emas batangan.

Ternyata faktanya adalah saat ini banyak jenis investasi yang bisa dimulai dengan dana kecil seperti reksa dana. Di sini cukup dengan modal Rp100 ribu per bulan, Anda sudah dapat menjadi seorang investor. Cukup terjangkau, bukan? Oleh karena itu, Anda tidak boleh terpengaruh dengan anggapan orang lain yang mengatakan investasi itu mahal.

3. Asuransi Tidak Penting, Lebih Baik Berinvestasi

Anggapan yang salah lainnya adalah tentang investasi versus asuransi. Banyak orang yang menganggap urusan asuransi hanya perlu ketika sakit saja. Akibatnya, ketika masih muda dan sehat, Anda tidak butuh asuransi. Padahal, ada beragam macam asuransi yang disediakan untuk kebutuhan individu dan budget yang diperlukan pun juga dapat sesuai. Misalnya, asuransi rumah, asuransi kebakaran, asuransi mobil, asuransi motor, dan masih banyak jenis asuransi lainnya.

Banyak juga pihak yang mengesampingkan produk unit link, yaitu asuransi asuransi yang digabung dengan investasi. Dianggapnya asuransi unit link memiliki hasil pengembalian yang lebih sedikit dengan reksa dana saham. Faktanya tidak semua unit link memiliki ciri tersebut. Ada produk lain yang memberikan nilai investasi yang lebih cepat berkembang. Sebab si pemegang polis hanya wajib membayar asuransi pada dua tahun pertama. Berikutnya dana yang ada akan dikembangkan dalam produk-produk investasi lain untuk pengembalian yang optimal. Selain hal tersebut, asuransi ini memberikan bonus loyalitas sebesar 25% dari premium dasar pada akhir tahun ke-10 dan ke-25.

4. Hindarilah Berinvestasi pada Saat Krisis

Banyak orang beranggapan, investasi pada masa krisis ekonomi adalah hal yang sangat tidak masuk di akal. Sebab banyak orang masih berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari ketimbang berinvestasi. Fakta dibalik kejadian tersebut adalah peluang investasi lebih besar muncul saat masa krisis. Contohnya saat investasi saham. Para pakar saham berkata bahwa saat bursa anjlok menjadi saat yang paling tepat untuk membeli saham. Di sini mungkin Anda sudah mendapatkan hal logisnya di mana menghindari untuk berinvestasi pada masa krisis adalah hal yang salah. Ternyata waktu yang paling tepat untuk berinvestasi adalah pada masa tersebut.

Tentu saja dengan banyaknya anggapan salah mengenai investasi juga dapat memengaruhi keputusan dalam berinvestasi. Bisa juga Anda memilih waktu yang salah dalam berinvestasi. Oleh karena itu, Anda wajib mengetahui hal-hal di atas untuk bisa menghindari kekeliruan yang kerap terjadi mengenai investasi.