5 Trik Pintar Kelola Bonus Akhir Tahun

pt solid gold

Apa yang sedang Anda nantikan menjelang berakhirnya tahun? Sangat mungkin saat ini Anda tengah menunggu apresiasi dari perusahaan atas pencapaian dan kerja keras selama satu tahun penuh.

Ya, apresiasi dalam bentuk  bonus akhir tahun. Sebagai penghasilan tidak terduga, bonus akhir tahun sangat mungkin membuat Anda menjadi boros dan konsumtif.  Memberikan reward  atas kerjakeras diri sendiri  memang tidak salah. Namun bukankah lebih baik jika bonus akhir tahun itu Anda alokasikan uang tak terduga itu secara bijak?

Sebelum telanjur habis untuk hal-hal konsumtif, bagaimana jika dari sekarang kita membuat perencanaan keuangan secara matang? Mari lihat kondisi keuangan terakhir, apakah masih ada kewajiban-kewajiban yang harus diprioritaskan? Atau, bonus tersebut dapat dialokasikan ke pos-pos yang dapat memberikan keuntungan di masa depan? Ikuti paparan dari Danaxtra.com berikut ini:

1. Sisihkan Bonus Akhir Tahun untuk Lunasi Utang

Sebelum telanjur, mari menilai rapor keuangan kita terlebih dahulu selama setahun terakhir ini. Apakah laporan kita masuk dalam rapor merah atau biru? Dikatakan rapor biru jika beban utang yang harus Anda bayar tiap bulan tidak lebih dari 30 persen dari total penghasilan bulanan.

Sebaliknya, jika beban utang tiap bulan lebih dari 30 persen, maka berarti keuangan kita masuk rapor merah. Kalau keuangan sudah masuk rapor merah, sebaiknya prioritaskan bonus akhir tahun untuk melunasi utang-utang.Misalnya membayar kredit pemilikan rumah alias KPR dan utang pemakaian kartu kredit. (Baca juga: cara mengatasi utang yang mulai berbahaya ).

Sadarkah Anda bahwa melunasi utang adalah bagian dari investasi? Dengan melunasi utang lebih awal dari jatuh tempo dapat mengurangi beban keuangan di masa depan. Sebab, jika telat bayar pastinya Anda akan dikenakan denda dan pembengkakan utang bunga kredit.

2. Tabung Bonus Akhir Tahun untuk Dana Darurat

Anda pasti sudah sepakat, dana darurat adalah komponen penting dalam perencanaan keuangan.  Setiap keluarga wajib memiliki dana darurat untuk kebutuhan-kebutuhan mendesak dan tidak terduga. Misal, seperti sakit, kecelakaan, dan berbagai kebutuhan lainnya.

Jadi, saat kebutuhan mendadak tersebut terjadi, Anda tidak perlu khawatir karena memiliki dana darurat untuk digunakan. Sebaiknya, berapa jumlah dana darurat yang ideal? Bervariasi. Jika masih single, sebaiknya kita memiliki dana darurat setara 3 bulan pengeluaran rutin.

Namun jika Anda sudah berkeluarga alias menikah, sebaiknya dana darurat setara 6-12 bulan pengeluaran rutin. Tergantung seberapa besar Anda mampu menyisihkan uang untuk dana darurat.Nah, jika dana darurat yang saat ini Anda miliki belum memiliki jumlah yang ideal, alangkah bijaknya jika Anda mengalokasikan sebagian uang bonus akhir tahun untuk dana darurat. Lebih baik mencegah daripada mengobati, sedia payung sebelum hujan.

3. Sisihkan Bonus Akhir Tahun untuk Investasi

Agar uang bonus akhir tahun tidak habis dengan percuma, Anda bisa menyisihkan sebagian uang tersebut untuk berinvestasi. Hal ini akan memaksimalkan manfaat dari bonus tersebut. Sudah tentu Anda harus hati-hati dalam memilih instrumen investasi. Salah tempat justru bisa merugi.

Anda bisa memilih reksadana jika menginginkan imbal hasil jangka panjang, misal reksadana saham untuk jangka waktu 5-10 tahun. Sedangkan reksadana campuran dan reksadana pendapatan untuk jangka 3-5 tahun. Pilihan investasi lainnya ialah emas yang mampu memberi imbal hasil menarik untuk jangka pendek, 1-3 tahun. Atau, Anda bisa berinvestasi lewat deposito, terlebih belakangan ini bunga deposito bank terus naik.

Namun sebaiknya Anda tidak mengalokasikan dana terlalu besar di instrumen investasi ini. Pilihan instrumen investasi lain ialah properti. Jika Anda mendapatkan bonus yang cukup besar, tidak ada salahnya digunakan untuk membeli sebidang tanah atau hunian.

Jika bonus akhir tahun tidak cukup untuk membeli properti, Anda bisa berinvestasi dengan meningkatkan nilai rumah Anda melalui pembaruan alias renovasi. Dengan begitu, tentunya akan meningkatkan kualitas hidup sekaligus menambah nilai aset terbesar Anda. Atau, jika Anda punya bisnis sendiri, uang bonus akhir tahun tersebut bisa dialokasikan untuk mengembangkan bisnis Anda.

4. Bonus Akhir Tahun untuk Memanjakan Diri?

Setelah mengalokasikan sebagian bonus akhir tahun untuk melunasi utang, dana darurat dan berbagai kebutuhan masa depan lainnya, tidak ada salahnya jika Anda menggunakan sebagian bonus untuk menyenangkan diri sendiri.

Terlebih, Anda pantas mendapatkan reward atas pencapaian dan kerja keras selama setahun penuh.Apalagi, godaan berbelanja dan liburan  di akhir tahun sangat tinggi sebab para pebisnis ritel dan pariwisata gencar melakukan promo akhir tahun. Berbagai toko, baik offline maupun online berlomba-lomba memberikan diskon yang menggiurkan.

Anda juga bisa memanfaatkan promo pariwisata untuk berlibur bersama keluarga. Saatnya untuk memanjakan diri sebelum menyongsong tahun baru.Namun ingat, jangan sampai terlena dan terbuai dengan berbagai promo dan diskon menarik. Anda harus tetap mengontrol keuangan dengan baik.

5. Jangan Lupa Sedekah

Kebanyakan orang sibuk mengatur pos-pos pengeluaran tapi lupa menyisihkan sebagian uangnya untuk sedekah. Alangkah mulianya jika Anda bisa berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Bagaimana caranya? Anda bisa menyisihkan beberapa persen bonus untuk disumbangkan ke organisasi amal, seperti panti asuhan, panti jompo, korban bencana alam, dan sebagainya.

Dengan bersedekah, bukankah bonus akhir tahun Anda menjadi lebih berkah? Prioritaskan KebutuhanSebelum memakai bonus akhir tahun untuk bersenang-senang, pastikan Anda sudah memperioritaskan kebutuhan-kebutuhan lain. Jangan sampai Anda menghabiskan bonus akhir tahun dengan sia-sia dan tetap meninggalkan utang dimana-mana.

Anda tidak ingin mengawali tahun baru dengan berbagai tunggakan, bukan? Yuk, bijak mengelola uang bonus akhir tahun Anda. Utang berkurang, kebutuhan lain terpenuhi, sekarang saatnya Anda bersenang-senang. Selamat menyambut akhir tahun.