Cadangan Devisa RI Capai US$ 130 Miliar di Desember 2017

pt solid gold

Cadangan Devisa (Cadev) Indonesia per Desember 2017 kembali meningkat dari posisi November tahun ini yang tercatat US$ 125,9 miliar dan cukup untuk membiayai 8,1 bulan impor.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, posisi cadev sampai Desember 2017 mencapai US$ 130 miliar.

“Ya, per Desember US$ 130 miliar lebih,” kata Agus di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (4/12/2018).

Dari data BI, jumlah cadangan devisa di 2008 tercatat US$ 51,6 miliar atau cukup untuk membiayai 4 bulan impor. Pada 2009 cadangan devisa tercatat US$ 66,1 miliar cukup untuk membiayai 6,6 bulan impor.

Memasuki 2010 jumlah cadangan devisa naik signifikan menjadi US$ 96,2 miliar atau cukup untuk membiayai 7,2 bulan impor. Lalu 2011 cadev tercatat US$ 110,1 miliar atau untuk pembayaran 6,4 bulan impor.

Pada 2012 tercatat US$ 112,8 miliar atau membiayai 6,2 bulan impor. Jumlah cadev sempat turun pada 2013 menjadi US$ 99,4 miliar atau bisa membiayai 5,4 bulan impor.

Pada 2014 jumlah cadev meningkat menjadi US$ 111,9 miliar atau bisa membiayai 6,5 bulan impor. Kemudian 2015 turun menjadi US$ 105,9 atau 7,4 bulan impor.

Angka tersebut kembali meningkat pada 2016 menjadi US$ 116,4 miliar cukup untuk membiayai 8,4 bulan impor. Tahun ini 2017 cadangan devisa tercatat US$ 125,9 miliar dan cukup untuk membiayai 8,1 bulan impor.