AS-China Perang Dagang, Dana Asing ‘Kabur’ Rp 1 Triliun

pt solid gold

Sepanjang perdagangan saham hari ini, investor asing mencatat jual bersih di semua pasar dengan nilai mencapai Rp 1,06 triliun. Sentimen perang dagang yang menerpa dunia menjadi katalis negatif yang mendorong investor menarik dana untuk mengamankan investasinya.

Keluarnya dana asing memicu pelemahan di seluruh saham sektoral. Saham sektor barang konsumsi jatuh paling dalam 1,10%. Sebanyak 109 saham naik, 251 saham melemah dan 116 saham stagnan.

IHSG pun terjungkal ke zona negatif mengekor pergerakan saham-saham regional yang juga merah.

Posisi tertinggi yang sempat dicatatkan IHSG berada di 6.210,698 dan terendah di 6.085,205. Perdagangan saham berlangsung moderat sore ini dengan frekuensi 359,388 kali transaksi saham sebanyak 12,4 miliar lembar saham senilai Rp 8,7 triliun.

Sementara, bursa regional bergerak di zona merah. Berikut pergerakan bursa Asia sore ini:

  • Indeks Nikkei anjlok 974,131 poin (4,51%) ke level 20.617,859.
  • Indeks Komposit Shanghai turun 110,720 poin (3,39%) ke level 3.152,760.
  • Indeks Strait Times turun 69,980 poin (2,00%) ke level 3.421,390.
  • Indeks Hang Seng anjlok 761,762 poin (2,45%) ke level 30.309,289.

Sedangkan indeks utama bursa Wall Street ditutup koreksi pada perdagangan semalam (22/03). Indeks Dow Jones turun 2.93% ke level 23,957.89, S&P melemah 2.52% ke level 2,643.69, dan Nasdaq tertekan 2.43% ke level 7,166.68. Saham yang menjadi pemberat indeks di antaranya Boeing dan Caterpillar di mana keduanya turun masing-masing sebesar 5.2% dan 5.7%.

Penurunan tersebut inline dengan semakin meningkatnya ketegangan antara AS dan China yang saling memprovokasi terkait hubungan perdagangan dua negara. Adapun China mengancam akan menargetkan ekspor kedelainya ke AS senilai US$ 14 Miliar.