Dolar Dibayangi Kekhawatiran Sikap China Terhadap Obligasi AS

pt solid gold

Indeks dolar AS terpantau bergerak di zona hijau pada perdagangan siang ini, Kamis (11/1/2018).

Sebelumnya, greenback mengalami pelemahan menyusul laporan bahwa China siap memperlambat atau menghentikan pembeliannya untuk obligasi AS.

Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama menguat 0,08% atau 0,072 poin ke level 92,404 pada pukul 11.14 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka dengan kenaikan tipis 0,034 poin atau 0,04% di level 92,366, setelah pada perdagangan Rabu berakhir melemah 0,21% atau 0,196 poin di posisi 92,332.

Bloomberg News mengabarkan adanya peninjauan sejumlah pejabat terhadap kepemilikan valuta asing China, yang telah merekomendasikan perlambatan atau berhentinya pembelian obligasi AS.

Laporan tersebut membawa imbal hasil obligasi AS berjangka waktu 10 tahun ke level tertinggi dalam 10 bulan, sekaligus menekan pergerakan dolar pada perdagangan Rabu. Namun, dolar mampu meraih sedikit kenaikan pagi ini.

“Meskipun dapat dibayangkan bahwa China dapat melakukan penyesuaian terhadap kepemilikan cadangan devisanya, nampaknya sangat tidak mungkin bahwa China akan berhenti membeli obligasi AS,” kata Stephen Innes, kepala perdagangan untuk Oanda di Singapura, seperti dikutip dari Reuters.

Bagaimanapun, tambah Innes, ketidakpastian mengenai sikap China berpotensi mengurangi minat investor atas aset berisiko, sementara dolar kemungkinan juga masih terdampak oleh pergerakan yen seiring dengan spekulasi tentang keluarnya Bank of Japan dari kebijakan stimulus moneternya.

Nilai tukar yen hari ini terpantau melemah 0,29% atau 0,32 poin ke 111,76 per dolar AS pada pukul 11.24 WIB, setelah pada perdagangan Rabu (10/1) berakhir menguat 1,07% atau 1,21 poin di posisi 111,44.

Posisi indeks dolar AS                                       

11/1/2018

(Pk. 11.14 WIB)

92,404

(+0,08%)

10/1/2018

92,332

(-0,21%)

9/1/2018

92,528

(+0,18%)

8/1/2018

92,358

(+0,44%)

5/1/2018

91,949

(+0,10%)