Dolar AS Menguat Tekan Harga Emas

Harga emas melemah seiring dolar Amerika Serikat (AS) menguat. Ditambah perdagangan sebelumnya harga emas menguat.

Harga emas untuk pengiriman April susut US$ 1,5 atau 0,1 persen ke posisi US$ 1.325,60 per ounce. Pada perdagangan Selasa, harga emas sempat naik 0,5 persen atau US$ 6,30 dan merupakan penguatan terbesar sejak 6 Maret.

Selain itu, dolar AS juga menekan harga emas meski data ekonomi menunjukkan inflasi naik 0,2 persen.Penjualan ritel turun pada Februari. Indeks dolar AS naik 0,1 persen ke posisi 89,70. Sepanjanbg Maret 2018, indeks dolar AS malah melemah satu persen.

“Dengan kekhawatiran seputar aksi proteksi dagang AS dan drama politik membuat investor terdesak, emas bisa kembali bangkit,” ujar Lukman Otunuga, Analis FXTM, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Kamis (15/3/2018).

Ia menambahkan, harga emas bisa naik dalam jangka menengah hingga panjang. Namun, harapan kenaikan suku bunga lebih tinggi cenderung memberi tekanan buat pergerakan harga logam termasuk emas. “Dalam jangka pendek investor bisa ambil untung dari ketidakpastian,” ujar dia.

Selanjutnya

Pada data awal pekan ini menunjukkan, inflasi cenderung melambat. Kenaikan inflasi bisa menambah tekanan untuk the Federal Reserve atau bank sentral AS mempercepat kenaikan suku bunga sehingga mengangkat dolar AS. Kemudian dapat menekan pasar saham dan emas. Di sisi lain, ada permintaan lindung nilai terhadap inflasi sehingga menguntungkan emas.

“Emas dapat menjadi safe haven jika pasar saham mendapat tekanan lagi, dan dolar AS kembali turun jika terjadi pembalasan terhadap kebijakan proteksi Trump,” kata Analis Forex, Fawad Razaqzada.

Ia menambahkan, pergerakan harga emas dalam jangka pendek tergantung proyeksi inflasi dan kenaikan suku bunga the Federal Reserve pada pekan depan.

Sentimen lainnya, harga emas acuan London sentuh posisi US$ 1.000 per ounce untuk pertama kali pada 14 Maret 2008. Jadi sudah 10 tahun harga emas menyentuh posisi US$ 1.000. Harga emas sempat di atas US$ 1.001,50 dalam perdagangan 13 Maret 2008.

Untuk harga logam lainnya, harga perak tergelincir 0,2 persen. Harga tembaga naik 0,7 persen menjadi US$ 3.159 per pound. Harga paladium melemah 0,7 persen ke posisi US$ 984,75 per ounce.