Emas Lanjutkan Penguatan Sejalan Pelemahan Dolar

pt solid gold

Harga kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange ditutup menguat pada Selasa atau Rabu pagi WIB (14/2), karena pelemahan dolar AS.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April naik US$ 4 atau 0,30 persen, menjadi US$ 1.330,40 per ounce.

Indeks dolar AS, sebuah ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, turun 0,47 persen menjadi 89,69 pada pukul 17.42 GMT.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah. Jika dolar AS turun, maka emas berjangka akan naik, karena logam mulia yang dibanderol dengan dolar AS menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan unit moneter lebih lemah.

Sementara Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup naik 39,2 poin (0,16 persen) mencapai 24.641, Nasdaq composite index naik 31,6 (0,45 persen) mencapai 7.014, sedangkan S&P 500 index naik 6,9 (0,26 persen) mencapai 2.663.

Adapun Ketua Federal Reserve baru Jerome Powell mengatakan pada Selasa (13/2) bahwa bank sentral akan terus melanjutkan menaikkan suku bunga secara bertahap sejalan pemulihan ekonomi global.

Beberapa pejabat Fed telah menyatakan bahwa penurunan pasar saham baru-baru ini tidak akan memengaruhi perkiraan prospek ekonomi. Hal ini menandakan bahwa the Fed akan terus menaikkan suku bunga tiga kali tahun ini, sama dengan 2017.

Sedangkan logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 4,2 sen atau 0,25 persen, menjadi US$ 16,528 per ounce. Platinum untuk penyerahan April naik US$ 2,90 atau 0,30 persen, menjadi US4 975,70 per ounce.