Emas Melemah Akibat Penguatan Dolar dan Bursa AS

pt solid gold

Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange ditutup melemah pada Selasa atau Rabu pagi WIB, karena pasar saham AS dan dolar AS menguat.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni turun US$ 9,6 atau 0,71 persen, menjadi US$ 1.337,3 per ounce.

Meski pasar saham Eropa melemah, pasar saham AS diperdagangkan menguat karena saham-saham teknologi mengembalikan kerugian pada Senin (2/4).

Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup naik 389,2 poin (1,65 persen) mencapai 24.033, Nasdaq composite index naik 71,2 (1,04 persen) mencapai 6.941, sedangkan S&P 500 index naik 32,6 (1,26 persen) mencapai 2.615.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,18 persen menjadi 90,21 pada pukul 20.00 GMT.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS dan ekuitas. Jika dolar AS dan saham naik, maka emas berjangka akan turun, karena emas yang dihargakan dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi para investor yang menggunakan mata uang lainnya dan pasar saham akan memikat arus masuk investasi.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 28 sen atau 1,68 persen, menjadi US$ 16,392 per ounce. Platinum untuk penyerahan Juli turun US$ 5,2 atau 0,56 persen, menjadi US$ 931,3 per ounce.