Gejolak Timur Tengah Tahan Kenaikan Harga Emas

pt solid gold

Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik tipis dari level terendah empat bulan pada Rabu (Kamis pagi WIB), di tengah kekhawatiran geopolitik mengenai Timur Tengah.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari, naik USD1,20 atau 0,09%, menjadi ditutup pada USD1.266,10 per ounce.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan keputusannya untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, bertentangan dengan oposisi kuat dari dunia Muslim.

Banyak analis percaya bahwa langkah kontroversial Trump tersebut akan menjadi bumerang, menimbulkan ketegangan di Timur Tengah.

Kekhawatiran geopolitik menyebabkan sentimen safe haven dan mendorong emas berjangka lebih tinggi, yang mengalami penurunan tajam selama sesi sebelumnya.

Namun, ekspektasi bahwa Federal Reserve AS akan menaikkan suku bunga acuannya pada bulan ini terus mendukung indeks dolar AS, sehingga menahan kenaikan emas lebih lanjut.

Indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik 0,30% menjadi 93,60 pada pukul 18.19 GMT.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 11,3 sen atau 0,09%, menjadi ditutup pada USD15,955 per ounce. Platinum untuk penyerahan Januari turun USD14,70 atau 1,60%, menjadi menetap di USD902,80 per ounce.