Harga Emas Naik Didukung Pelemahan Dolar AS

pt solid gold

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange terus meningkat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena dolar AS melemah dan pasar tetap berhati-hati di tengah ketegangan perdagangan.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni naik USD4 atau 0,3%, menjadi menetap di USD1.340,10 per ounce.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 16,7 sen atau 1,02%, menjadi menetap di USD16,529 per ounce. Platinum untuk penyerahan Juli naik USD21,90 atau 2,39%, menjadi ditutup pada USD939,40 per ounce.

Indeks dolar AS, ukuran dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, turun 0,30% menjadi 89,88 pada pukul 16.29 GMT.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar AS turun maka emas berjangka akan naik, karena emas yang dihargakan dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Ketika Presiden Donald Trump dan pejabat-pejabat tinggi AS mengurangi ketegangan perdagangan dengan Tiongkok dengan mengatakan perselisihan masih dapat diselesaikan melalui pembicaraan, seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok menanggapi bahwa Washington “menggunakan sanksi perdagangan besar sambil tetap mengatakan mereka mau bicara”. Pejabat-pejabat Tiongkok menyatakan bahwa dalam situasi saat ini, semakin tidak mungkin bagi kedua pihak untuk melakukannya.

Namun demikian, ketidakpastian menyelesaikan sengketa perdagangan antara kedua ekonomi utama itu mendorong permintaan untuk aset-aset safe haven seperti logam kuning. Tetapi, kenaikan emas lebih lanjut tertahan oleh reli di pasar ekuitas. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 322,82 poin atau 1,35% pada pukul 16.40 GMT, didukung oleh rebound saham-saham sektor keuangan.