Hindari Pungutan Liar, Pengusaha Dorong Penggunaan E-Tilang

pt solid gold

Kalangan usaha logistik angkutan darat mendukung penerapan elektronik tilang atau e-Tilang dalam mengatasi kelebihan tonase angkutan truk di jalan raya.

Selain itu, kebijakan tersebut juga diharapkan bisa menghindari pungutan liar. Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia, Kyat maja Lookman mengatakan, penerapan e-Tilang merupakan langkah positif, terutama menertibkan kendaraan bertonase lebih dari kapasitas yang ditetapkan di jalan raya.

“Kami sangat mendukung penerapan e-Tilang. Namun yang lebih penting harus dilihat adalah pelaksanaannya di lapangan seperti apa. Sebab tujuan e-Tilang ini juga diharapkan bisa menghindari pungutan liar,” kata dia di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, pelaksanaan e-Tilang untuk kendaraan berat hendaknya dilakukan di jembatan-jembatan timbang atau terminal angkutan darat. Pasalnya, jika dilakukan di jalan raya atau jalan tol dengan meng – guna kan timbangan portabel bisa menimbulkan kemacetan. “Yang lebih penting adalah siapa yang melaksanakan penerapan e-Tilang. Kita ketahui di daerah masih banyak penertiban. Justru ada yang muatannya tidak ada masalah atau tidak me lebihi beban disuruh membayar,” ungkapnya. Dia menambahkan, masih diperlukan detail kriteria mengenai kendaraan truk yang terkena tilang. Kriteria ini di perlukan karena aturan di tiap kota berbeda sehingga pemerintah daerah juga perlu melakukan sinkronisasi.

“Di daerah untuk beberapa kota itu, justru terkadang tipe kendaraan sama, tapi di satu kota tidak dikenakan den da justru di kota lain dikenakan denda. Hal-hal seperti ini membutuhkan perpaduan,” katanya. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Per hubungan berencana akan menerapkan e-Tilang terhadap kendaraan-kendaraan truk yang melebihi batas tonase angkut. Penerapannya akan di luncurkan pada awal Januari 2018. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, penerapan diharapkan bisa menghapus pungutan liar sehingga pemasukan negara melalui Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga bisa bertambah.

“Ini akan kita terapkan untuk menghin dari adanya pungutan liar. Jadi otomatis PNBP juga bisa bertambah,” kata Budi Setiyadi saat meninjau arus balik pemudik di Brebes Timur, kemarin. Dia menjelaskan, pengendara angkutan berat yang kedapatan melanggar batas tonase angkut akan ditilang. Pemeriksaan truk akan dilakukan di jembatan-jembatan timbang yang dikelola Direktorat Jen de – ral Perhubungan Darat Kemenhub. Selain di area jembatan timbang, pemeriksaan juga dilakukan di terminal-terminal yang meliputi angkutan truk maupun angkutan bus.

“Berat tonase kendaraan itu juga sa ngat bergantung pada faktor safety sehingga kami melihat ini sangat perlu dilakukan. Dan akan lebih efektif melalui sistem aplikasi elektronik,” ungkapnya. Sebagai jaminan, petugas jembatan timbang atau terminal akan menahan surat uji KIR maupun surat-surat kendaraan lainnya.