Ini Saham IPO 2017 yang Terbaik dan Terjeblok

pt solid gold

Dari 37 emiten yang melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) sepanjang 2017, ada 10 saham yang turun dari harga listing (pencatatan saham perdana). Sementara sisanya 27 saham meraih keuntungan (gain) dari harga penawaran IPO.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diolah Beritasatu.com, saham IPO yang meraih gain terbesar sepanjang tahun ini hingga tanggal 27 Desember 2017 adalah PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU), PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA), PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS), PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC), PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) hingga PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS).

Adapun yang mengalami pelemahan dari harga listing antara lain PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY), PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMFI), PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT), PT Bintraco Dharma Tbk (CARS) hingga PT Emdeki Utama Tbk (MDKI).

7 saham IPO 2017 yang meraih untung terbesar:

  • PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU) meraih kenaikan 3.310 persen menjadi Rp 3.420 pada 26 Desember 2017 dari harga penawaran Rp 110 per saham. Saham TAMU sempat meraih posisi tertinggi sepanjang 2017 di level Rp 4.950 pada tanggal 23 Agustus dan posisi terendah Rp 187 pada 10 Mei.
  • PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS) sepanjang tahun ini naik 3.060 persen menjadi Rp 3.370 pada 26 Desember 2017 dari harga penawaran Rp 310 per saham. Saham TOPS sempat mencapai posisi tertinggi sepanjang 2017 di level Rp 3.390 pada tanggal 20 Desember dan posisi terendah Rp 4000 pada 16 Juni.
  • PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) sepanjang tahun ini naik 2.620 persen menjadi Rp 2.920 pada 26 Desember 2017 dari harga penawaran Rp 300 per saham. Saham KIOS sempat mencapai posisi tertinggi sepanjang 2017 di level Rp 4.100 pada tanggal 31 Oktober dan posisi terendah Rp 450 pada 5 Oktober.
  • PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) mencapai kenaikan 1.805 persen menjadi Rp 1.910 dari harga penawaran Rp 105 per saham. Saham MINA sempat meraih posisi tertinggi sepanjang 2017 di level Rp 2.600 pada tanggal 24 Oktober dan posisi terendah Rp 178 pada 28 April.
  • PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) sepanjang tahun ini naik 1.380 persen menjadi Rp 1.630 pada 26 Desember 2017 dari harga penawaran Rp 250 per saham. Saham MARK sempat mencapai posisi tertinggi sepanjang 2017 di level Rp 1.795 pada tanggal 20 November dan posisi terendah Rp 374 pada 12 Juli.
  • PT Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA) mencapai kenaikan 1.360 persen menjadi Rp 1.440 dari harga penawaran Rp 80 per saham. Saham MABA sempat mencapai posisi tertinggi sepanjang 2017 di level Rp 1.900 pada tanggal 21 Desember dan posisi terendah Rp 80 pada 22 Juni.
  • PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) sepanjang tahun ini naik 1.315 persen menjadi Rp 1.455 pada 26 Desember 2017 dari harga penawaran Rp 140 per saham. Saham ZINC sempat mencapai posisi tertinggi sepanjang 2017 di level Rp 1.755 pada tanggal 7 November dan posisi terendah Rp 238 pada 16 Oktober.

 

5 saham IPO 2017 yang mengalami kerugian terbesar:

  • PT Bintraco Dharma Tbk (CARS) sepanjang tahun ini turun 485 persen menjadi Rp 1.265 pada 26 Desember 2017 dari harga penawaran Rp 1.750 per saham. Saham CARS sempat mencapai posisi tertinggi sepanjang 2017 di level Rp 1.855 pada tanggal 10 April dan posisi terendah Rp 870 pada 8 Desember.
  • PT Emdeki Utama Tbk (CARS) sepanjang tahun ini turun 314 persen menjadi Rp 286 pada 26 Desember 2017 dari harga penawaran Rp 600 per saham. Saham MDKI sempat mencapai posisi tertinggi sepanjang 2017 di level Rp 610 pada tanggal 25 September dan posisi terendah Rp 240 pada 25 Oktober.
  • PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT) sepanjang tahun ini turun 175 persen menjadi Rp 360 pada 26 Desember 2017 dari harga penawaran Rp 535 per saham. Saham PORT sempat mencapai posisi tertinggi sepanjang 2017 di level Rp 750 pada tanggal 16 Maret dan posisi terendah Rp 348 pada 23 Oktober.
  • PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMFI) sepanjang tahun ini turun 96 persen menjadi Rp 304 pada 26 Desember 2017 dari harga penawaran Rp 400 per saham. Saham GMFI sempat mencapai posisi tertinggi sepanjang 2017 di level Rp 410 pada tanggal 10 Oktober dan posisi terendah Rp 298 pada 20 Desember.
  • PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY) sepanjang tahun ini turun 68 persen menjadi Rp 232 pada 26 Desember 2017 dari harga penawaran Rp 300 per saham. Saham GMFI sempat mencapai posisi tertinggi sepanjang 2017 di level Rp 640 pada tanggal 7 Juli dan posisi terendah Rp 141 pada 8 Desember.