Jual Surat Utang Online, Pemerintah Jaring Investor Lokal

pt solid gold

Pemerintah menjual surat utang negara (SUN) dengan cara online atau elektronik mulai Mei 2018. Cara ini diambil untuk memeperluas basis investor demestik dan mempermudah akses investasi.

Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Luky Alfirman mengatakan penjualan SBN Ritel Online atau SR003 bisa memperbanyak porsi masyarakat.

“Dengan e-SBN ini diharapkan perdalam pasar keuangan dengan menjaring lebih banyak investor ritel dalam negeri akan dapat lebih banyak lagi,” kata Luky di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/4/2018).

Dia menyebutkan komposisi kepemilikan asing sebesar 39% dari total SBN yang bisa diperjualbelikan yaitu sebesar Rp 2.179,9 triliun. Jika dirinci, dari 39,73% atau setara Rp 865,9 triliun, dari situ 6,61% atau Rp 144,08 triliun dimiliki oleh bank sentral.

Sisanya berada di reksadana sebesar Rp 165,06 triliun, dana pensiun Rp 47,00 triliun, lembaga keuangan Rp 362,48 triliun, korporasi Rp 22,15 triliun, asuransi 10,20 triliun, yayasan Rp 1,78 triliun, sekuritas Rp 1,91 triliun, perorangan Rp 470 miliar.

Luky menjelaskan, besarnya porsi asing di struktur utang pemerintah ada positif dan negatifnya. Untuk positifnya, besarnya porsi kepemilikan asing menandakan fundamental ekonomi RI bagus.

“Bad newsnya itu risikonya bagaimana namanya investasi artinya investor itu dengan mudah keluar dari market kita,” jelas dia.

Sementara itu, Direktur Surat Utang Negara Loto Srinaita Ginting optimistis proses penjualan SBN Ritel Online bisa memperluas peranan investor domestik baik ritel maupun institusi.

“Preferensi pemerintah adalah peranan investor domestik semakin besar, karena hal tersebut akan semakin baik dalam mendukung stabilitas pasar SBN,” kata Loto.

Dia juga menuturkan, jika pertumbuhan investor SBN melalui jalur online meningkat signifikan, tidak menutup kemungkinan porsi penerbitan SBN untuk investor ritel dapat ditingkatkan.

“Apabila peranan investor domestik semakin besar, selanjutnya dapat mengurangi ketergantungan pembiayaan utang dari pihak asing baik pihak asing yang membeli SBN, maupun dari pihak Lender (loan) bilateral dan multilateral,” kata Loto.