Keuangan Anda Sehat? Cek 5 Rasio di Bawah Ini

pt solid gold

Kondisi keuangan yang sehat dan stabil tentu saja diinginkan setiap orang. Banyak orang yang berpendapat jika kondisi keuangan yang sehat berkaitan dengan jumlah pemasukan yang Anda terima. Pendapat ini sebenarnya salah besar.

Meskipun penghasilan pas-pasan, Anda tetap dapat menikmati kondisi keuangan yang sehat dan stabil. Untuk mengecek apakah kondisi keuangan Anda sehat atau tidak, Anda bisa mengecek lima rasio di bawah ini.

1. Rasio Tabungan: Bagi Tabungan Satu Tahun dengan Pemasukan Satu Tahun

Menabung adalah kewajiban setiap orang yang tentu saja menginginkan masa depan yang lebih tenang. Rasio ini digunakan untuk menilai apakah kegiatan menabung yang Anda lakukan selama ini sudah ideal atau tidak.

Caranya pun sangat mudah. Anda hanya perlu membagi jumlah tabungan tahunan dengan pemasukan yang diterima setiap tahunnya dikali 100%. Perhitungan rasio ini memiliki tujuan untuk dapat menetapkan persentase ideal menabung yang harus dilakukan setiap bulan atau tahunnya.

Misalnya, jika total tabungan Anda sekitar Rp50 juta, sedangkan pendapatan tahunan yang didapatkan adalah Rp120 juta, rasio tabungan Anda adalah 41,7%. Angka minimal dari rasio tabungan yang baik adalah lebih dari 10%. Dengan begitu, dapat dikatakan jika kondisi keuangan Anda saat ini terbilang sehat.

2. Rasio Likuiditas: Total Aset Dibagi Pengeluaran Satu Bulan

Yang dimaksud dengan likuiditas adalah kemampuan aset yang dapat diubah ke dalam bentuk uang tunai dengan cepat. Dengan memahami arti rasio likuiditas ini, Anda dapat mengetahui kemampuan finansial untuk memenuhi kebutuhan hidup, jika tiba-tiba mengalami PHK atau masalah keuangan lainnya.

Untuk mengetahuinya, Anda cukup membagi jumlah aset yang Anda miliki berupa kas, seperti deposito, emas, atau tabungan, dengan total pengeluaran dalam satu bulan. Misalnya, total aset yang setara dengan kas Anda adalah Rp60 juta. Jika pengeluaran Anda sekitar Rp6 juta setiap bulannya, Rp60 juta bagi Rp6 juta sama dengan 10.

Anda masih memiliki waktu 10 bulan untuk aman secara finansial. Untuk masuk kategori sehat, Anda setidaknya memiliki waktu tiga bulan yang aman secara finansial.

3. Rasio Kredit: Beban Utang (per Bulan) Dibagi Pemasukan (per Bulan)

Rasio ini memiliki tujuan untuk mengecek bagaimana kemampuan Anda saat mencicil kredit. Untuk mengetahui apakah rasio bagus atau tidak, Anda dapat membagi beban utang per bulan atau per tahun dengan pemasukan yang Anda dapatkan per bulan atau per tahun.

Misalnya, jika Anda memiliki utang dengan cicilan sebesar Rp7 juta per bulannya dengan pemasukan per bulan sebesar Rp14 juta, rasio dari kemampuan Anda dalam melunasi kredit adalah 50%. Idealnya, kemampuan pelunasan kredit tidak boleh melebihi dari 30%. Tentu saja angka 50% tersebut sudah termasuk tidak sehat.

4. Pertumbuhan Penghasilan

Kenaikan gaji tidak sama dengan peningkatan penghasilan. Untuk menghitung pertumbuhan penghasilan, cobalah untuk mengurangi penghasilan tahun ini dengan penghasilan tahun sebelumnya. Setelah itu, bagi dengan nilai penghasilan tahun sebelumnya. Kemudian kurangi dengan laju inflasi.

5. Rasio Solvabilitas: Total Kekayaan Bersih Dibagi Jumlah Aset

Rasio ini bertujuan untuk dapat mengukur risiko dari kebangkrutan Anda. Yang dimaksudkan dengan kondisi bangkrut adalah saat jumlah utang lebih besar dibandingkan jumlah aset yang Anda miliki. Anda dapat membagi total kekayaan bersih yang dimiliki dengan jumlah aset.

Kelola Keuangan Anda dengan Baik

Memiliki kondisi keuangan yang sehat dapat mudah Anda dapatkan dengan mengelola keuangan dengan baik dan bijak. Kelola pengeluaran Anda setiap bulannya dan jangan lupa untuk menabung dan investasi.