Kok Bisa Saham Emiten Anyar Ini Melejit Dalam Waktu Singkat?

pt solid gold

Saham-saham emiten baru kini menjadi buruan. Meski nilai perusahaannya kecil, namun penguatan nilai sahamnya sangat fantastis.

Seperti PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) yang menawarkan sahamnya di harga Rp 375 saat mencatatkan sahamnya pada 5 Oktober 2017. Namun pada saat 20 Oktober 2017 harga saham KIOS sudah mejeng di level Rp 3.310 atau naik 782%.

Menurut Analis First Asia Capital David Sutyanto, penguatan saham-saham anyar saat ini lebih disebabkan faktor supply and demand. Sebab jumlah saham yang dilepas emiten kecil yang baru melantai pasar modal tersebut terbilang sedikit.

“Emiten-emiten kecil naik banyak karena suplay-nya sedikit. Jumlah saham yang dilepas sedikit. Ini yang menyebabkan barangnya menjadi rebutan,” tuturnya saat dihubungi detikFinance, Senin (13/11/2017).

Memang, KIOS hanya melepas sahamnya sebanyak 150 juta lembar. Berbeda sangat jauh dengan PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMFI) yang melepas 3,8 miliar lembar saham.

Menurut David hal itu juga yang menjadi alasan saham GMFI terus turun saat IPO. Bahkan pada saat pencatatan saham GMFI langsung turun 17,6% dari harga penawaran Rp 400 menjadi Rp 340. Padahal GMFI termasuk emiten anak BUMN yang justru dinantikan oleh pelaku pasar.

“GMFI memang kemahalan juga, PE rasionya (price to earning ratio) di atas 10. Tapi kalau dibilang kemahalan juga sulit, karena KIOS juga tidak bisa dibilang murah. Jadi lebih kepada jumlah sahamnya yang sedikit,” tukasnya.

Selain KIOS, ada pula PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) menawarkan harga sahamnya Rp 1.385 pada pencatatan 1 November 2017. Lalu pada 3 November 2017 atau 3 hari berselang saham MCAS sudah menguat 98,5% ke level Rp 2.750.

Lalu ada PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) yang menawarkan sahamnya di level Rp 140 pada saat pencatatan 16 Oktober 2017. Selang 15 hari atau 31 Oktober 2017 saham ZINC menguat 1.135% ke level Rp 1.730.

Kemudian ada PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (MTWI) yang mencatatkan sahamnya pada 11 Oktober 2017 dengan harga penawaran Rp 100. Lalu pada 20 Oktober 2017 atau 9 hari hari setelahnya menguat 585% ke level Rp 685.