Kurs Dolar Makin Melemah, Investor Cermati Data Ekonomi AS

pt solid gold

Kurs dolar AS melemah terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Melemahnya dolar dipicu para investor yang mencerna laporan ekonomi Amerika Serikat terbaru.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,65% menjadi 89,124 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,2444 dari USD1,2363 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,3995 dari USD1,3886 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7918 dari USD0,7859.

Dolar AS dibeli 107,04 yen Jepang, lebih rendah dari 107,68 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS merosot ke 0,9303 franc Swiss dari 0,9342 franc Swiss, dan turun ke 1,2517 dolar Kanada dari 1,2594 dolar Kanada.

Departemen Tenaga Kerja AS merilis, Indeks Harga Konsumen (IHK) naik 0,5% pada Januari dalam basis penyesuaian secara musiman, mengalahkan konsensus pasar untuk kenaikan 0,3%. Selama 12 bulan terakhir, indeks semua item naik 2,1%.

Tidak termasuk komponen makanan dan energi yang volatil, harga konsumen inti naik 0,3% pada Januari, di atas ekspektasi pasar 0,2%. Dalam 12 bulan sampai Januari, IHK inti meningkat 1,8%.

Sementara itu, Departemen Perdagangan melaporkan perkiraan awal penjualan ritel dan jasa-jasa makanan AS untuk Januari 2018 mencapai USD492,0 miliar turun 0,3% dari bulan sebelumnya, gagal memenuhi perkiraan pasar untuk kenaikan 0,3%.

“Ini adalah laporan yang benar-benar mengerikan, dengan penjualan turun hampir 1%, kurang dari perkiraan antara kegagalan Januari dan revisi Desember,” kata kepala ekonom FTN Financial Chris Low, dalam sebuah catatan.