Lawan Tekanan Dolar AS, Rupiah Bertahan di Rp13.579/USD

pt solid gold

Pergerakan Rupiah pagi ini tidak mengalami banyak pergerakan, sejalan dengan penguatan dolar Amerika Serikat (AS) akibat disetujuinya UU Pajak. Rupiah pun masih bertahan di penghujung level Rp13.500 per USD.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Rupiah pada perdagangan spot exchange rate di pasar Asia melemah 3 poin atau 0,02% menjadi Rp13.579 per USD. Pagi ini, Rupiah bergerak dalam kisaran Rp13.578-Rp13.584 per USD.

Sementara Yahoofinance mencatat Rupiah melemah 2 poin atau 0,01% menjadi Rp13.573 per USD. Dalam catatan Yahoofinance, Rupiah berada dalam rentang Rp13.573 per USD hingga Rp13.578 per USD.

Sekadar informasi, dolar AS menguat ke USD112,87 per yen Jepang, memperpanjang rebound dari titik terendah hari akhir pekan kemarin di USD112,035 per yen Jepang, dengan level tertinggi pekan lalu di USD113,75 per yen Jepang sebagai target berikutnya.

Namun kenaikan dalam dolar AS terbatas karena banyak pelaku pasar menanti pertemuan kebijakan dua hari Bank of Japan, untuk mendapatkan petunjuk apakah BOJ akan bergabung dengan Federal Reserve AS dan bank sentral Eropa dengan stimulus mereka.

Ketidakpastian atas niat BOJ adalah alasan utama yen tidak tergelincir, meskipun kenaikan tajam imbal hasil obligasi AS terjadi sehari sebelumnya. Imbal hasil obligasi Treasury Amerika Serikat 10 tahun naik ke level tertinggi tujuh mingguan di 2,472%, mendekati puncak tujuh bulan di 2.477% pada akhir Oktober 2,40%.

Lonjakan tersebut sebagian didorong oleh ekspektasi reformasi pajak yang meningkatkan penerbitan obligasi AS. Namun, banyak analis mengatakan bahwa pemicu langsung adalah lonjakan imbal hasil obligasi Eropa pada hari Selasa setelah Jerman mengumumkan rencana untuk menerbitkan lebih 30 tahun utang tahun depan.