Likuiditas Mengetat Jelang Libur, Dolar AS Bergerak Stabil

pt solid gold

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tak banyak bergerak pada perdagangan hari ini. Likuiditas pasar keuangan tengah ketat karena menghadapi libur panjang akhir tahun.

Mengutip Bloomberg, Selasa (19/12/2017), rupiah dibuka di angka 13.583 per dolar AS, hanya melemah tipis jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 13.581 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 13.579 per dolar AS hingga 13.591 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah bergerak melemah 0,82 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 13.587 per dolar AS, melemah tipis jika jika dibandingkan dengan patokan sehari sebelumnya yang ada di angka 13.584 per dolar AS.

Sebenarnya, dolar AS tersungkur di perdagangan Asia hari ini karena ada optimisme dari para pelaku pasar terhadap kemajuan pembicaraan Undang-Undang Perpajakan AS.

Optimisme reformasi perpajakan tersebut mengalahkan keraguan akan pertumbuhan ekonomi yang stagnan karena data-data ekonomi belum menunjukkan sinyal positif.

Selain itu, likuiditas di pasar juga tengah ketat karena akan menghadapi libur panjang akhir tahun. “Di awal musim liburan kondisi pasar keuangan memang ketat karena permintaan dolar AS terus meningkat,” jelas analis State Street Bank, Tokyo, Jepang, Bart Wakabayashi dikutip dari Reuters.

IHSG Sentuh Level Tertinggi

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat melemah di awal sesi berbalik ke zona hijau. Pada sesi pertama, IHSG bahkan cetak rekor tertinggi baru.

Pada penutupan sesi pertama, Selasa (19/12/2017), IHSG naik 32,75 poin atau 0,53 persen ke posisi 6.166,71. Indeks saham LQ45 menguat 0,54 persen ke posisi 1.041,28. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Ada sebanyak 153 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. 147 saham melemah sehingga menahan penguatan IHSG. 116 saham lainnya diam di tempat. Pada sesi pertama, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.176,45 dan terendah 6.110,28.

Total frekuensi perdagangan saham 161.052 kali dengan volume perdagangan saham 6,4 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 3,6 triliun. Investor asing melakukan aksi jual Rp 80 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.572 per dolar Amerika Serikat.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menghijau dengan didorong sektor saham barang konsumsi naik 1,25 persen. Sektor saham tambang menguat 1,1 persen dan sektor saham perdagangan mendaki 1,02 persen. Sedangkan sektor saham infrastruktur tergelincir 0,92 persen.

Saham-saham yang catatkan penguatan antara lain saham BRMS naik 7,46 persen ke posisi Rp 72, saham BUMI melonjak 4,48 persen ke posisi Rp 280 per saham, dan saham PTBA menguat 4,42 persen ke posisi Rp 2.360 per saham.