Mata Uang Global Ditutup Bervariasi

pt solid gold

Mata uang global ditutup bervariasi pada perdagangan akhir pekan seiring dengan tergelincirnya indeks dolar AS (DXY).

Pada penutupan perdagangan Jumat (9/3), indeks dolar AS terjatuh 0,077 poin atau 0,09% menjadi 90,102. Harga merosot 2,19% sepanjang tahun berjalan.

Dikutip dari Reuters, Partner investment manager Again Capital di New York John Kilduff menyampaikan, laporan pekerjaan AS menunjukkan kondisi ekonomi dan pertumbuhan yang kuat.

“Namun, dolar AS tergelincir karena kenaikan upah AS yang melambat. Sentimen ini mendukung pandangan Federal Reserve tidak akan mempercepat langkah penaikan suku bunga,” paparnya.

Sementara itu, mata uang euro (EUR) melemah 0,04% menjadi 1,2305 per dolar AS. Pound sterling (GBP) naik 0,27% menjadi 1,3847 per dolar AS.

Peso Meksiko (MXN) naik 0,14% menuju 18,63 per dolar AS. Adapun, dolar Kanada (CAD) naik 0,59% menjadi 1,28 per dolar AS.

Adapun, mata uang yen (JPY) turun 0,56% menuju 106,83 per dolar AS setelah Gubernur Bank of Japan (BOJ) Haruhiko Kuroda menekankan tidak ada rencana mengubah kebijakan moneter sebelum mencapai target inflasi 2%. Namun, dia masih optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi Negeri Sakura.

Pernyataan Kuroda dinilai dovish oleh pasar. Selain itu, posisi yen sebagai mata uang aset haven tertekan menurunnya risiko geopolitik karena Kim Jong Un berjanji melakukan denuklirisasi. Sentimen ini mendorong permintaan terhadap aset berisiko.