Menhub Tawarkan 12 Proyek Infrastruktur, Nilainya Rp40 Triliun!

pt solid gold

Pemerintah akan memaksimalkan Pertemuan Menteri Transportasi se-Asia dan Eropa (Asia Europe Meeting-Transport Minister Meeting/ASEM-TMM) ke-4 di Bali pada 26-28 September 2017 dengan menawarkan 12 proyek transportasi strategis nasional.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, dalam kesempatan itu, pihaknya akan menginformasikan bahwa iklim investasi di Indonesia semakin baik, ditunjang pertumbuhan ekonomi yang baik, inflasi rendah, serta sentimen internasional yang positif. Kementerian Perhubungan (Kemenhub), kata dia, sengaja berinisiatif menjadikan pertemuan tersebut sebagai pertemuan bisnis (bussines meeting). “Oleh karenanya, kami mengambil tema connectivity and investment. Dan itu menjadi stressing kita. Bahkan, secara detail kami akan lakukan one on one meeting,” ujarnya di Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut menurutnya diundang 51 negara anggota ASEM dan sudah terkonfirmasi akan hadir perwakilan dari 39 negara di Asia dan Eropa serta dua organisasi internasional. Dari 39 negara yang sudah memastikan kehadirannya, kata Menhub, sebanyak 18 menteri transportasi akan hadir langsung, yaitu menteri transportasi dari Inggris, Rusia, Latvia, Hongaria, Luksemburg, Polandia, Malaysia, Filipina, Singapura, Myanmar, Laos, Mongolia, Kamboja, Jepang, China, Korea, India, dan Brunei Darussalam.

Ada pun dua organisasi internasional yang juga akan hadir adalah European Commisioner for Mobility and Transport dan ASEAN Deputy Secretary General. Lebih lanjut Menhub mengatakan, total nilai investasi dari 12 proyek transportasi nasional yang akan ditawarkan kepada negara-negara peserta ASEM-TMM di Bali sekitar Rp40 triliun.

“Jadi ada kurang lebih 12 proyek. Rata-rata proyeknya itu nilainya di atas Rp1 triliun, average Rp2 triliun. Jadi kira-kira maksimal (totalnya) Rp40 triliun,” ujarnya.

Menurut Budi, sejumlah negara peserta sudah menyatakan ketertarikan atas 12 proyek transportasi tersebut. Bahkan, kata dia, sejumlah negara di antaranya dijagokan menjadi investor dalam beberapa proyek transportasi nasional tersebut. “Sebagai contoh, (untuk proyek pelabuhan) Kuala Tanjung yang tertarik Belanda dan China, Kualanamu itu Korea dan India, Tanjung Priok bisa China, Jepang, dan Eropa karena masih terbuka,” katanya.

Budi menambahkan, proyek kereta api Makassar-Parepare bakal ditawarkan ke Korea dan proyek LRT Bandung akan ditawarkan ke Jepang. “Jadi untuk proyek kereta api ada tiga, Makassar-Parepare, LRT Bandung, dan TREM Surabaya. Hanya TREM Surabaya itu APBN, tapi disarankan KPBU (kerja sama pemerintah dengan badan usaha). Sementara KA Makassar kita kasih ke sempatan Korea,” tuturnya. Karena itu, kata Budi, pada ke sempatan itu pihaknya meminta bantuan Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk menjadi pembicara kunci dalam forum bisnis ASEM.

Kemenhub juga akan menggandeng empat lembaga keuangan untuk membuat format investasi bagi 12 proyek transportasi nasional tersebut. Harapannya, kata dia, saat ditawarkan kepada investor peserta ASEM-TMM di Bali, teknis finansial dan legalitas dari proyek-proyek tersebut sudah lengkap. Keempat lembaga keuangan itu, kata dia, adalah PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), Mandiri Sekuritas, Bahana Sekuritas, dan Danareksa. Keempatnya akan mengemas pola kerja sama dalam studi kelayakan yang sudah dibuat.

“Tujuannya (tawaran) investasi itu sudah diformat secara profesional sehingga saat para delegasi di bussines forum, bertemu maka urusan finansial dan regulasi sudah selesai,” ungkapnya. Kepala BKPM Thomas Lembong sebelumnya mengatakan, aspek transportasi bukan hanya relevan dari sisi investasi langsung, tapi juga memiliki dampak tidak langsung yang besar. Dia mencontohkan konektivitas penerbangan sangat penting bagi sektor pariwisata karena saat ini penerbangan sukses menggalang investasi pariwisata.

“Berkat upaya keras dari Kemenhub mengembangkan banyak bandara baru, banyak maskapai terbang ke destinasi baru pariwisata, maka sekarang investasi di sektor pariwisata tumbuh 30% per tahun,” ujar Thomas. Thomas juga menilai langkah Kemenhub menggandeng BKPM merupakan langkah strategis.