Nantikan Data China, Pasar Saham Asia Dibuka Melemah

pt solid gold

Pasar saham Asia dibuka terkoreksi karena investor menunggu perkembangan dalam upaya reformasi pajak Amerika Serikat (AS). Investor pun mempertanyakan, data-data di AS, yang mungkin menunjukkan adanya pertanda perlambatan ekonomi di sana.

Indeks MSCI, terluas di Asia-Pasifik di luar Jepang, turun 0,25% setelah dua sesi penurunan, sementara pasar saham Australia turun 0,9%. Adapun indeks saham Jepang, Nikkei N225 turun 0,1% dan mencatatkan kerugian dalam empat sesi terakhir.

Investor menunggu tanda-tanda kompromi mengenai kebijakan perpajakan AS, setelah Senat Partai Republik mengumumkan sebuah rencana pemotongan pajak perusahaan.

Di Asia, sorotan utama adalah data China mengenai output industri, penjualan ritel dan investasi perkotaan, sementara Amerika Serikat merilis angka penjualan ritelnya sendiri dalam beberapa hari mendatang.

Di Wall Street, penurunan tajam saham General Electric diimbangi oleh kenaikan di sektor industri dengan pembayaran dividen tinggi termasuk komponen konsumen dan utilitas.

General Electric (GE.N) menurunkan dividennya sebesar 50%, dan mengurangi perkiraan keuntungannya. Selain itu, mereka pun mengumumkan rencana untuk mempersempit fokusnya pada penerbangan, listrik dan perawatan kesehatan.