Penyelesaian Transaksi Bursa Akan Lebih Cepat

pt solid gold

Tahun 2018 akan ada momentum baru bagi transaksi saham di pasar modal Indonesia. Percepatan penyelesaian transaksi saham yang awalnya tiga hari (T+3/Transaksi + 3 hari) menjadi dua hari (T+2). Apakah yang dimaksud T+3 menjadi T+2?

Setelah investor saham mendapatkan saham di bursa melalui mekanisme transaksi di pasar sekunder Bursa Efek Indonesia (BEI), tidak otomatis langsung pada hari yang sama, sang investor akan menerima sahamnya.

Ada mekanisme penyelesaian transaksi yang harus dilewati melalui fasilitator lembaga Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI) sebagai Lembaga Kliring dan Penjamin (LKP) di pasar modal Indonesia, dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (LPP) di pasar modal Indonesia.

Selama ini, peraturan menyebutkan selambatnya pada hari ketiga (T+3) setelah transaksi di BEI investor beli akan menerima sahamnya, dan investor jual akan mendapatkan uangnya. Sementara, untuk investor asing berlangsung selama 3,5 hari. Sehingga, jika mengacu pada aturan T+2, maka untuk investor asing diberikan waktu selama 2,5 hari.

Sejak lama, ada wacana untuk mempersingkat waktu penyelesaian transaksi menjadi T+2. Manfaatnya, jika penyelesaian transaksi lebih cepat, maka investor akan lebih cepat menerima efek dan dana untuk ditransaksikan kembali di bursa.

Dengan demikian likuiditas transaksi akan meningkat. Di bursa dunia, saat ini kebanyakan penyelesaian transaksi antara T+3 hingga T+2. Sementara bursa yang menerapkan T+1 baru Shanghai Stock Exchange di Tiongkok. Selain itu, hal ini akan mengundang lebih banyak investor asing seiring dengan semakin efisiennya pasar.

Secara kelembagaan, baik BEI maupun KPEI dan KSEI sudah mampu melaksanakan penyelesaian transaksi T+2. Yang selama ini ditunggu adalah peraturan yang akan menjadi payung hukum bagi percepatan penyelesaian transaksi. Kini, lampu hijau penyelesaian transaksi menjadi T+2 telah disetujui Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Fakhri Hilmi, dalam sebuah seminar di akhir Desember menyebutkan, awal tahun 2018 penyelesaian transaksi T+2 bisa dilaksanakan.

OJK menurutnya, selama ini ingin memastikan apakah infrastrukturnya sudah siap. Sebab, memajukan settlement sehari itu bukan hal mudah. Infrastruktur semua pihak terkait mulai dari perusahaan efek, penjamin efek, kliring, dan semua lembaga terkait juga harus siap dan kompak.

OJK melihat, industri saat ini sudah cukup siap mengimplementasikan T+2. Namun, OJK akan memberikan kelonggaran waktu atau grace period hingga semua pihak bisa menerapkan T+2. Grace period akan diberikan antara enam bulan hingga satu tahun.

BEI menurut Direktur Perdagangan, Alpino Kianjaya akan membicarakan dengan lebih mendalam rencana penerapan percepatan penyelesaian transaksi bursa ini pada Januari 2018 dan akan selanjutnya mensosialisasikan detail rencana penerapan percepatan penyelesaian transaksi ini kepada seluruh stakeholder Bursa Efek.