PT Solid Gold – IHSG merosot 0,63% di sesi pagi

pt solid gold

PT Solid Gold –  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan sesi pertama dengan penurunan. IHSG merosot 0,63% atau 37 poin ke 5.865,99 pada Selasa (29/8) siang.

Seluruh sektor menurun, dengan penurunan terbesar pada sektor aneka industri 1,54%. Sektor industri dasar turn 0,98%, manufaktur 0,89%, sektor barang konsumber 0,69%.

Sektor keuangan dan perkebunan turun masing-masing 0,66%. Sedangkan sektor infrastruktur tergerus 0,42%. Sektor konstruksi turun 0,35% disusul oleh sektor perdagangan yang terkoreksi 0,33% dan sektor pertambangan yang akhirnya turun 0,22%.

Penurunan indeks ini didukung oleh nilai transaksi yang cukup tebal, hingga Rp 6,1 triliun dengan volume 4,71 miliar saham. Tingginya nilai transaksi ini disebabkan oleh adanya transaksi saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) di pasar negosiasi Rp 3,3 triliun.

Jajaran top losers LQ45 hingga siang ini dipimpin oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), dan PT Astra International Tbk (ASII). Sedangkan top gainers adalah PT BPD Jawa Barat Tbk (BJBR), PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).

Asing mencatat penjualan bersih Rp 109,93 miliar di pasar reguler dan Rp 878,96 miliar di seluruh pasar. Penjualan asing terbesar adalah saham TPIA Rp 784,2 miliar, disusul PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 59,7 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 53,4 miliar.

Sedangkan pembelian bersih terbesar asing pada saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp 36,1 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 17 miliar dan PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) Rp 6,2 miliar.