Rupiah Awali 2018 dengan Menguat ke Rp13.547/USD

pt solid gold

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat, seiring melemahnya dolar AS. Meski demikian, pada perdagangan perdana hari ini Rupiah masih tersangkut di level Rp13.500 per USD.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Rupiah pada perdagangan spot exchange rate bertahan di Rp13.547 per USD. Adapun pergerakan harian Rupiah, berada pada kisaran Rp13.531-Rp13.547 per USD.

Sementara Yahoofinance mencatat Rupiah menguat 18 poin atau 0,13% menjadi Rp13.45 per USD. Pagi ini, dalam pantuan Yahoofinance Rupiah bergerak dalam rentang Rp13.528 per USD hingga Rp13.565 per USD.

Sekada informasi, dolar AS berada di titik terendah tiga bulanan terhadap sekeranjang mata uang lainnya setelah mencetak kerugiannya 9,8% di 2017, dan menjadi kinerjanya terburuk sejak 2003. Melemahnya dolar AS menjadi keuntungan bagi euro, dengan mata uang tunggal menikmati tahun terkuatnya melawan dolar AS dalam 14 tahun terakhir.

Hambatan utama dolar AS adalah pertemuan puncak Federal Reserve pada Desember, ketika mereka memutuskan untuk menaikkan tingkat suku bunganya. Dua pembuat kebijakan memilih menentang langkah tersebut di tengah keraguan inflasi akan mempercepat seperti yang diharapkan.

Selain itu, investor percaya ada 68% kemungkinan suku bunga kembali naik pada Maret, dan dua kenaikan lainnya pada 2018. Oleh karena itu, akan ada pemeriksaan yang cermat untuk menilai seberapa besar kepercayaan The Fed terhadap kenaikan tren inflasi. Akibatnya, dolar AS pun dianggap telah underloved dan oversold dan tidak akan banyak mengambil keuntungan dari profit taking dari shorts.

Selip dalam dolar, dikombinasikan dengan kekuatan permintaan China, yang telah menguntungkan komoditas dengan harga dalam mata uang yuan China. Di sisi lain, minyak mentah Brent berjangka berakhir tahun ini dengan kenaikan 17%, sementara minyak mentah A.S. naik 12% karena permintaan yang kuat dan penurunan persediaan global.