Rupiah Lanjutkan Penguatan terhadap Dolar AS

pt solid gold

Mata uang rupiah dinilai mampu bertahan terhadap dolar AS kendati The Federal Reserve baru saja merealisasikan kenaikan suku bunganya yang pertama di tahun ini.

Pada penutupan perdagangan Kamis (22/3/2018), nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 6 poin atau 0,04% ke level Rp13.755 per dolar AS, setelah dibuka dengan penguatan 31 poin atau 0,23% ke level Rp13.730 per dolar AS.

“Mata uang rupiah masih bisa bertahan terhadap dolar AS kendati The Federal Reserve menaikkan suku bunganya pada Rabu kemarin,” kata Jameel Ahmad Global Head of Currency Strategy and Market Research FXTM.

Ahmad menuturkan, investor pada umumnya kecewa dengan kenaikan suku bunga AS dari The Fed sehingga indeks dolar turun setelah rapat dewan moneter.

Terpantau, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia terpuruk ke bawah level psikologisnya di angka 90 pasca- pengumuman kenaikan suku bunga.

“Kenaikan suku bunga sebenarnya sudah diekspektasikan oleh pasar sejak lama, namun kepercayaan terhadap dolar AS melemah ketika The Fed berargumen tidak berencana untuk menaikkan suku bunga AS sebanyak 4 kali pada tahun ini,” paparnya.

Kendati demikian, Guberbur The Fed Jerome Powell juga memberi isyarat dimungkinkannya kenaikan suku bunga AS empat kali di 2018 jika diperlukan untuk mendukung momentum pembelian dolar.

“Selama ekspektasi Fed dihargai ke pasar keuangan dan investor sudah sangat mengekspektasikan tiga kenaikan suku bunga AS pada 2018, tidak ada alasan untuk khawatir tentang apa dampak kenaikan suku bunga AS terhadap rupiah,” jelasnya.