Segera, Harga Emas Berpotensi Menanjak

pt solid gold

Harga emas diprediksi menguat dalam jangka pendek seiring dengan melemahnya greenback.

Terpantau, pukul 10.23 WIB, harga emas Comex kontrak teraktif Februari 2018 menguat 4,1 poin atau 0,31% menjadi US$1.340,80 per troy ounce.

Sementara harga emas spot mengalami pelemahan 0,29 atau 0,02% menuju US$1.340,92 per troy ounce.

Analis Monex Investindo Futures Faisyal menuturkan, harga emas berpotensi begerak naik dalam jangka pendek di tengah melemahnya dolar AS akibat investor mencemaskan tindakan dagang AS dengan China dan Korea Selatan.

“Harga emas berpeluang untuk menguat lebih lanjut jika data penjualan rumah di AS dirilis pesimistis dari perkiraan pasar,” ungkap Faisyal dalam publikasi risetnya, Rabu (24/1).

Faisyal memproyeksikan harga emas bisa menguat hingga US$1.342 per troy ounce. Jika mampu menembus level tersebut, bisa berpotensi menguat hingga US$1.345 per troy ounce, bahkan bisa mencapai US$1.350 per troy ounce.

Dalam publikasi riset yang berbeda, Asia Trade Point Futures (ATPF) mengatakan, melemahnya greenback menjadi katalis positif bagi harga emas.

“Situasi politik AS memicu pelaku pasar memburu aset lindung nilai tersebut,” papar ATPF, Rabu (24/1).

Pelaku pasar melihat dibukanya kembali operasional pemerintah AS belum bisa mengakhiri ketegangan politik antara kubu Partai Republik dan Partai Demokrat.

ATPF memproyeksikan sepekan ini harga masih menguat seiring dengan perkiraan pelaku pasar bahwa data ekonomi AS yang akan dirilis pada pekan ini akan melambat.

Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim memproyeksikan, pada pekan ini harga emas bergerak bullish di kisaran US$1.331–US$1.345 per troy ounce seiring dengan sentimen positif dari Bank of Japan (BoJ) dan ECB yang akan mempertahankan stimulusnya pada pekan ini.