Sepanjang November 2017, Rupiah Menguat 0,24% Jadi Rp13.490/USD

pt solid gold

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai tukar eceran rupiah sepanjang November 2017 mengalami penguatan sebesar 0,24% terhadap dolar Amerika Serikan (AS). Adapun penguatan rupiah mencapai Rp13.490,31/USD.

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan, ini jumlah nilai rupiah ini di dapatkan BPS dengan melakukan pantauan di seluruh money changer yang ada di Indonesia.

“Posisi rupiah di money changer terapresiasi 0,24% di November, Sedangkan di minggu kedua Desember dengan minggu kelima November, rupiah depresiasi terhadap USD 0,44%,” ungkap Kecuk di Gedung BPS, Jakarta, Jumat (15/12/2017).

Kecuk menjelaskan, menurut provinsi level tertinggi kurs terjadi Provinsi Papua yang mencapai Rp13.322,10/USD pada minggu kelima November 2017. Sementara itu, level terendah nilai tukar rupiah ada di Provinsi Kalimantan Utara sebesar Rp13.557/USD terjadi pada minggu terakhir November.

Sementara itu, terhadap dolar Australia rupiah mengalami penguatan 2,15% menjadi Rp10.249,89 per dolar Australia.

“Level tertinggi kurs terjadi di Provinsi Papua mencapai Rp10.018,75 per dolar Australia terjadi pada minggu keempat November 2017,” jelasnya.

Terhadap yen Jepang, rupiah mengalami pelemahan 1,27% menjadi Rp120,42 yen dan level terendah kurs ada di Provinsi Maluku Utara yang mencapai Rp122,03 yen pada minggu kelima November.

Selain itu, terhadap euro, nilai tukar rupiah juga mengalami pelemahan sepanjang November 2017 sebesar 0,33% menjadi Rp15.950 per euro. Level terendah terjadi di Sulawesi Barat mencapai Rp16.091 per euro pada minggu kelima November 2017.