Terseret Pasar Saham Global, IHSG Melemah 1,49% Pekan Ini

pt solid gold

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini melemah, seiring koreksi yang terjadi pada indeks saham global dan Asia. IHSG mengalami turun 1,49% ke posisi 6.210,69 dari 6.304,95 pada penutupan sepekan sebelumnya.

Mengutip keterangan tertulis Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (23/3/2018), perubahan IHSG juga membuat nilai kapitalisasi pasar BEI di akhir pekan ini turun 1,5%, menjadi Rp6.908,34 triliun, dari Rp7.014,24 triliun pada posisi minggu lalu.

Meski demikian, laju IHSG masih lebih baik dibandingkan indeks saham Sensex 30 India yang terkoreksi 1,66%, Australia yang melemah 2,08%, Strait Times Singapura minus 2,52%, KOSPI Korea Selatan yang turun 3,10%.

Selain itu, Indeks FT100 Inggris Raya yang menurun 3,70%, Hang Seng Hongkong yang melemah 3,79%, Indeks Dow Jones Amerika Serikat yang terkoreksi 3,96%, dan Nikkei 225 Jepang yang minus 4,88% dan SET Thailand juga melemah 1,32%. Sementara indeks KLCI Malaysia masih mampu positif selama sepekan terakhir, dengan nilai 1,02%.

Adapun rata-rata nilai transaksi saham harian sepanjang pekan ini mengalami perubahan 2,92% menjadi Rp8,64 triliun dari Rp8,90 triliun sepekan sebelumnya.

Di sisi lain, rata-rata volume transaksi saham harian pada pekan ini mengalami kenaikan 1,13%  menjadi 11,17 miliar unit saham dari 11,05 miliar unit saham pada pekan lalu. Rata-rata frekuensi transaksi saham harian pada pekan ini pun berubah 1,74% menjadi 364,93 ribu kali transaksi dari sebelumnya 371,39 ribu kali.

Investor asing kembali mencatatkan aksi jual bersih di sepanjang pekan ini dengan nilai Rp3,75 triliun. Sepanjang tahun ini investor asing telah membukukan jual bersih senilai Rp21,04 triliun.

Pada pekan ini, terdapat dua Pencatatan Obligasi Berkelanjutan dan 1 sukuk korporasi berkelanjutan. Obligasi pertama yang dicatatkan di BEI adalah Obligasi III Pegadaian Tahap II Tahun 2018. Kemudian obligasi kedua serta sukuk korporasi yang dicatatkan di BEI adalah Obligasi Berkelanjutan IV Adira Finance Tahap II Tahun 2018 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Adira Finance Tahap II Tahun 2018.