Tiphone Mobile Akan Terbitkan Surat Utang Rp 2 T

pt solid gold

PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) berencana melakukan penerbitan surat utang dalam bentuk obligasi maupun sukuk dengan nilai total Rp 2 triliun.

Penerbitan surat utang tersebut akan dilakukan di Indonesia maupun di luar Indonesia baik melalui penawaran terbatas, penawaran umum maupun penawaran umum berkelanjutan.

Rencana tersebut telah disetujui oleh investor melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar hari ini. Selain itu para pemegang saham juga menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 5 per saham.

Pembagian dividen juga setara dengan Rp 36,55 miliar atau sekitar 10% dari laba bersih Tiphone Mobile di 2017 sebesar Rp 417,59 miliar. Informasi tersebut dilansir dari keterangan tertulis perseroan, Kamis (5/4/2018).

Untuk tahun ini perseroan pun optimistis pasar telepon seluler masih akan berkembang dengan meningkatnya layanan data berkecepatan tinggi yang digarap operator dan semakin murahnya harga smartphone.

Perseroan pun akan fokus dalam memanfaatkan teknologi dan inovasi untuk pengembangan usaha di masa mendatang, selain tetap mengandalkan jaringan tradisional yang sudah dibangun selama ini.

Pada tahun 2018, TELE juga menargetkan pertumbuhan jumlah reseller menjadi 300.000 reseller untuk mendukung pengembangan jaringan distribusi perusahaan.

Saat ini jumlah reseller aktif yang dimiliki perseroan mencapai 250.000 reseller yang tersebar di seluruh Indonesia. Selain itu, TELE memiliki 200 cabang, 400 outlet, 96 layanan service center dan 250.000 reseller.

Perseroan juga menargetkan akan menggandeng 100.000 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia untuk bergabung dalam layanan teknologi keuangan digital (fintech) Teleshop yang telah diluncurkan tahun ini.